Mendung naungi pagi,
kelam iringi hari.
Hujan basahi malam,
dingin menemani.
Dan msh ku disini,
tak berdaya tengadahkan hati.
Semenjak kau pergi,
menyisakan duka ini.
Separuh ruang hati,
terasa hampa tak berarti.
Pasti kau pahami,
kaulah sang pengisi.
sang pelawak pribadiku
sang pembasuh perihku
obat penenangku
Ku berharap kau....
aaahhh....
Semoga kau melihat,
Hati yang takkan beralih ini.
Semoga.......
Author : SM Luntungan
05 Juni 2011
Rapuh...
Aku tidak pernah menjaga hatiku untukmu,
tapi hatiku tertawan dengan sendirinya.
Aku tidak pernah berusaha menghubungimu,
walau dalam hati kecilku sangat ingin kulakukan.
Belasan tahun aku berusaha mematikan rasaku padamu.
Sekuat tenaga aku mengingat semua kejahatanmu padaku.
Tapi justru kusadari, saat ku mengumpulkan semua memori kejahatanmu,
sesungguhnya aku sedang mengingatmu...
Saat aku berjauhan darimu,
sesungguhnya aku sedang menyelami rasa sayangku padamu.
Yang nyatanya masih ada di palung hati terdalamku...hingga kini.
Harus berani ku akui...
Ternyata aku tidak pernah benar-benar sanggup melupakanmu...
Ternyata aku tak sanggup benar-benar membuka hatiku...
Tuk cinta yang datang padaku.
Tembok pemisah yang belasan tahun berusaha ku bangun, antara kau dan aku...
Hancur sia-sia ketika kau menyapa,
Menghancurkan semua usahaku,
Menghancurkan semua rasaku,
Mengecewakan rasanya untukku.
Haruskah ku tetap menyayangimu diatas rasa sayang seseorang yang juga begitu besar untukku.
Haruskah ku tetap mencintaimu diatas hati yang terluka karenanya.
Ku akui...Kau Cinta Abadiku...
Namun akupun merasakan ketulusannya yang luar biasa padaku,
walau berulang kali kubuat hatinya kecewa karenaku.
Kataku "masih dia yang terbaik"
Ku akui...
walau tak sebesar sayangku padamu
namun akupun....menyayanginya.
Akupun tau dengan pasti, hatinya menderita kini
Ku akui...
ternyata aku.....RAPUH
*Author : SM Luntungan
tapi hatiku tertawan dengan sendirinya.
Aku tidak pernah berusaha menghubungimu,
walau dalam hati kecilku sangat ingin kulakukan.
Belasan tahun aku berusaha mematikan rasaku padamu.
Sekuat tenaga aku mengingat semua kejahatanmu padaku.
Tapi justru kusadari, saat ku mengumpulkan semua memori kejahatanmu,
sesungguhnya aku sedang mengingatmu...
Saat aku berjauhan darimu,
sesungguhnya aku sedang menyelami rasa sayangku padamu.
Yang nyatanya masih ada di palung hati terdalamku...hingga kini.
Harus berani ku akui...
Ternyata aku tidak pernah benar-benar sanggup melupakanmu...
Ternyata aku tak sanggup benar-benar membuka hatiku...
Tuk cinta yang datang padaku.
Tembok pemisah yang belasan tahun berusaha ku bangun, antara kau dan aku...
Hancur sia-sia ketika kau menyapa,
Menghancurkan semua usahaku,
Menghancurkan semua rasaku,
Mengecewakan rasanya untukku.
Haruskah ku tetap menyayangimu diatas rasa sayang seseorang yang juga begitu besar untukku.
Haruskah ku tetap mencintaimu diatas hati yang terluka karenanya.
Ku akui...Kau Cinta Abadiku...
Namun akupun merasakan ketulusannya yang luar biasa padaku,
walau berulang kali kubuat hatinya kecewa karenaku.
Kataku "masih dia yang terbaik"
Ku akui...
walau tak sebesar sayangku padamu
namun akupun....menyayanginya.
Akupun tau dengan pasti, hatinya menderita kini
Ku akui...
ternyata aku.....RAPUH
*Author : SM Luntungan
03 Juni 2011
Tentang Rasa
Saat siang terlalu pongah dengan kedigdayaan teriknya.
Dan malam pun terlalu bijak melarutkanku dalam mimpi.
Menancapkan jarum-jarum memori tentangmu,
disetiap titik urat nadi badanku.
Menyuntikkan ingatan-ingatan tajam,
tentang kekuatan rasaku padamu.
Dan ketika buaian itu makin ganas memelukku,
aku hanya bisa bertanya, apa yang ingin aku cari ?
Namun makin senja otakku makin pekat,
mengentalkan setiap gerakan sel-selku tentangmu.
Begitu tercium semerbak, terdengar indah,
meninabobokanku dalam angan dan khayalan,
Hingga pada akhirnya...
ku terbangun dan menyadari,
kamu terlalu indah tuk ku sentuh,
walau dengan kekuatan terindahku sekalipun.
Tentangmu
Tentangku
Tentang rasa yang tak pernah tersuratkan.
Author : SM Luntungan
Dan malam pun terlalu bijak melarutkanku dalam mimpi.
Menancapkan jarum-jarum memori tentangmu,
disetiap titik urat nadi badanku.
Menyuntikkan ingatan-ingatan tajam,
tentang kekuatan rasaku padamu.
Dan ketika buaian itu makin ganas memelukku,
aku hanya bisa bertanya, apa yang ingin aku cari ?
Namun makin senja otakku makin pekat,
mengentalkan setiap gerakan sel-selku tentangmu.
Begitu tercium semerbak, terdengar indah,
meninabobokanku dalam angan dan khayalan,
Hingga pada akhirnya...
ku terbangun dan menyadari,
kamu terlalu indah tuk ku sentuh,
walau dengan kekuatan terindahku sekalipun.
Tentangmu
Tentangku
Tentang rasa yang tak pernah tersuratkan.
Author : SM Luntungan
IRONI
My Love...
hanya bayanganmu di hatiku
tak kan sangup terhapus waktu
dari saat itu terlahir di hati
dan selama kekuatanku masih tinggal didalamnya
My Strenght...
kekuatanku hanya sebatas angan angan tanpa impian
kekuatanku hanya impian tanpa kenyataan
kekuatan mimpiku bagai angan angan yang berterbangan
walau tak dihembuskan.
Sangat IRONIS...
Author : SM Luntungan
hanya bayanganmu di hatiku
tak kan sangup terhapus waktu
dari saat itu terlahir di hati
dan selama kekuatanku masih tinggal didalamnya
My Strenght...
kekuatanku hanya sebatas angan angan tanpa impian
kekuatanku hanya impian tanpa kenyataan
kekuatan mimpiku bagai angan angan yang berterbangan
walau tak dihembuskan.
Sangat IRONIS...
Author : SM Luntungan
Langganan:
Postingan (Atom)