05 Juni 2011

Rapuh...

Aku tidak pernah menjaga hatiku untukmu,
tapi hatiku tertawan dengan sendirinya.

Aku tidak pernah berusaha menghubungimu,
walau dalam hati kecilku sangat ingin kulakukan.

Belasan tahun aku berusaha mematikan rasaku padamu.
Sekuat tenaga aku mengingat semua kejahatanmu padaku.

Tapi justru kusadari, saat ku mengumpulkan semua memori kejahatanmu,
sesungguhnya aku sedang mengingatmu...

Saat aku berjauhan darimu,
sesungguhnya aku sedang menyelami rasa sayangku padamu.
Yang nyatanya masih ada di palung hati terdalamku...hingga kini.


Harus berani ku akui...
Ternyata aku tidak pernah benar-benar sanggup melupakanmu...
Ternyata aku tak sanggup benar-benar membuka hatiku...
Tuk cinta yang datang padaku.

Tembok pemisah yang belasan tahun berusaha ku bangun, antara kau dan aku...
Hancur sia-sia ketika kau menyapa,
Menghancurkan semua usahaku,
Menghancurkan semua rasaku,
Mengecewakan rasanya untukku.


Haruskah ku tetap menyayangimu diatas rasa sayang seseorang yang juga begitu besar untukku.

Haruskah ku tetap mencintaimu diatas hati yang terluka karenanya.


Ku akui...Kau Cinta Abadiku...
Namun akupun merasakan ketulusannya yang luar biasa padaku,
walau berulang kali kubuat hatinya kecewa karenaku.
Kataku "masih dia yang terbaik"


Ku akui...
walau tak sebesar sayangku padamu
namun akupun....menyayanginya.
Akupun tau dengan pasti, hatinya menderita kini


Ku akui...
ternyata aku.....RAPUH






*Author : SM Luntungan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar